hendak kunamakan apa
bila tiap tentangmu bermuat sesuatu yg berbeda
hendak ku katakan apa
jika ku ingin bertanya, ttg apa ini
aku tahu, kau tak mungkin menjawabnya
lalu harus ku artikan apa
atau sebaiknya ku tak bertanya
tapi...aku butuh jawaban
....ya, memang sebaiknya ku tak bertanya
ini tentang apa
bagaimana
benarkah
tapi..
tolonglah, bisakah..
jawablah..
161209.15:20
ketika rasa diingkari, dan percaya dikhianati
seperti apakah seharusnya berlaku kemudian…?
tak ada..
biar saja mengerti
dan tetap menyimpan percaya pada tempatnya semula
tak usah menggugat
tak pula harus merasa tersayat
Hidup seperti inilah adanya
jangan pula selalu mengharu biru
hidup cuma hitam dan putih
teruslah dengan apa yang ada sekarang
tak lagi kan kupertanyakan
tak juga kan kau dapati ada amarah, benci dan dendam
teruslah dengan segala yang kau mau
tak ingin kumau tau
buat saja dirimu bahagia sepuas kau bisa
at 151209. for both of u, how could you..
seperti apakah seharusnya berlaku kemudian…?
tak ada..
biar saja mengerti
dan tetap menyimpan percaya pada tempatnya semula
tak usah menggugat
tak pula harus merasa tersayat
Hidup seperti inilah adanya
jangan pula selalu mengharu biru
hidup cuma hitam dan putih
teruslah dengan apa yang ada sekarang
tak lagi kan kupertanyakan
tak juga kan kau dapati ada amarah, benci dan dendam
teruslah dengan segala yang kau mau
tak ingin kumau tau
buat saja dirimu bahagia sepuas kau bisa
at 151209. for both of u, how could you..
Kularut luruh dalam keheningan hatimu
Jatuh bersama derasnya tetes air mata
Kau benamkan wajahmu yang berteduhkan duka
Melagukan kepedihan di dalam jiwamu
Tak pernah terpikirkan olehku
Untuk tinggalkan engkau seperti ini
Tak terbayangkan jika ku beranjak pergi
Betapa hancur dan harunya hidupmu
Sebenarnya ku tak ingin berada di sini
Di tempat jauh yang sepi memisahkan kita
Ku berharap semuanya pasti akan berbeda
Meski tak mungkin menumbuhkan jiwa itu lagi
Tak pernah terpikirkan olehku
Untuk tinggalkan engkau seperti ini
Tak terbayangkan jika ku beranjak pergi
Betapa hancur dan harunya hidupmu
Aku tak mengerti apa yang mungkin terjadi
Sepenuh hatiku, aku tak mengerti
Jatuh bersama derasnya tetes air mata
Kau benamkan wajahmu yang berteduhkan duka
Melagukan kepedihan di dalam jiwamu
Tak pernah terpikirkan olehku
Untuk tinggalkan engkau seperti ini
Tak terbayangkan jika ku beranjak pergi
Betapa hancur dan harunya hidupmu
Sebenarnya ku tak ingin berada di sini
Di tempat jauh yang sepi memisahkan kita
Ku berharap semuanya pasti akan berbeda
Meski tak mungkin menumbuhkan jiwa itu lagi
Tak pernah terpikirkan olehku
Untuk tinggalkan engkau seperti ini
Tak terbayangkan jika ku beranjak pergi
Betapa hancur dan harunya hidupmu
Aku tak mengerti apa yang mungkin terjadi
Sepenuh hatiku, aku tak mengerti
Biar tangis dan tawa itu hanya jadi milikku
ketika dengan sabar terus ku sulam renda renda hari
buat kelambu yang menaungi tubuh tubuh mungil
yang terlelap dibawahnya..
Jikapun masih ada koyak disana sini
biarlah...
karena tak berani ku minta kain
tuk penyambungnya..
tak sanggup ku berharap benang benang emas
untuk memperindahnya..
Terlelaplah... dalam damai senyummu malaikat malaikatku..
ku tau.. ada begitu banyak mimpi yang kau mau
ada banyak yang kau ingin ketika lelapmu terjaga
tidurlah..
ku menjagamu dengan rengkuh tanganku..
sekuat yang ku bisa..
ketika dengan sabar terus ku sulam renda renda hari
buat kelambu yang menaungi tubuh tubuh mungil
yang terlelap dibawahnya..
Jikapun masih ada koyak disana sini
biarlah...
karena tak berani ku minta kain
tuk penyambungnya..
tak sanggup ku berharap benang benang emas
untuk memperindahnya..
Terlelaplah... dalam damai senyummu malaikat malaikatku..
ku tau.. ada begitu banyak mimpi yang kau mau
ada banyak yang kau ingin ketika lelapmu terjaga
tidurlah..
ku menjagamu dengan rengkuh tanganku..
sekuat yang ku bisa..
Hari itu kamis, 14 Mei 2009 aku terpaksa pulang kerja jam 7 malam dari kantor, karena badan terlampau letih aku putuskan naik taxi pulang. Dalam pikirku, aku harus cari taxi yang terpercaya agar aku bisa duduk nyaman sambil tidur selama perjalanan. Karena hari sudah gelap, aku lambaikan tangan pada taxi yang melintas, dan astaga.. aku salah dapat taxi, tapi dah kadung aku hentikan, terpaksa aku naik juga.. Bismillah. Ya ampuun gelap benar taxi ini, serta merta aku merasa sangat tidak nyaman dan ketakutan, berbagai macam pikiran jelek berkecamuk dalam hati, bagaimana kalo ternyata di bagasinya ada penyusup? Bagaimana kalo nanti di tengah jalan si supir mengalihkan rute perjalanannya tanpa bisa kucegah? Apalagi waktu seharusnya masuk tol, dia malah minta ijin untuk ke pom bensin terdekat.. Ya Allah... lindungi aku.. sepanjang perjalanan dzikirku tak berhenti, ku telepon pula sahabatku untuk mengalihkan rasa takut, dan yang utama aku ingin sekali menelpon mamah untuk minta doanya buat perlindunganku.. Ntah kenapa kuat sekali keyakinanku bahwa doa mamah adalah penyambung nyawaku. Dalam batinku aku sangat yakin, doa mamah akan langsung didengarNYA, tapi untuk telpon dan bilang ke mamah jelas aku tak berani takut si supir dengar (duh... buruk sangka sekali aku sama si supir).
Ajaib! Seperti mamah mendengar ketakutanku, tiba2 beliau telpon dan tanya sedang ada dimana? Mamah lagi di rumah kamu sekarang. Subhanallah.. padahal hari itu mamah tak ada rencana main ke rumahku. Seketika nyesss.... aku tenang sekali, tak ada lagi ketakutan, aku tau mamah merasa aku dalam ketakutan, aku tau doanya selalu ada dalam tiap langkahku.. aku tau DIA mendengar doa2 mamah untukku dan mengabulkannya.. agar aku sampai rumah dengan selamat.. (mah... tak bisa kubayangkan hidupku tanpamu..)
Ajaib! Seperti mamah mendengar ketakutanku, tiba2 beliau telpon dan tanya sedang ada dimana? Mamah lagi di rumah kamu sekarang. Subhanallah.. padahal hari itu mamah tak ada rencana main ke rumahku. Seketika nyesss.... aku tenang sekali, tak ada lagi ketakutan, aku tau mamah merasa aku dalam ketakutan, aku tau doanya selalu ada dalam tiap langkahku.. aku tau DIA mendengar doa2 mamah untukku dan mengabulkannya.. agar aku sampai rumah dengan selamat.. (mah... tak bisa kubayangkan hidupku tanpamu..)
